AIR TERSEDIA BAGI TANAMAN DAN KAPASITAS PEGANG AIR
Disusun
oleh :
·
Ahmad Kasan Bisri (201210200311053)
·
Retno
indah m (201210200311078)
·
Dayat
JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN-PETERNAKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2013
DAFTAR ISI
DAFTAR
ISI......................................................................................................................
BAB
I PENDAHULUAN..................................................................................................
1.1
Latar Belakang........................................................................................................
1.2
Rumusan Masalah....................................................................................................
1.3
Tujuan......................................................................................................................
BAB
II PEMBAHASAN...................................................................................................
2.1
.................................................................................................................................
2.2
.................................................................................................................................
2.3
.................................................................................................................................
2.4
.................................................................................................................................
2.5
.................................................................................................................................
2.6
.................................................................................................................................
BAB
III PENUTUP............................................................................................................
3.1
Kesimpulan..............................................................................................................
3.2
Saran........................................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA ........................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Air sangat dibutuhkan oleh
tanaman karena merupakan komponen utama dalam sel-sel penyusun jaringan
tanaman. Kehidupan tiap sel tergantung pada sifat cairan di sekelilingnya yaitu
cairan extra sel (ces), dimana air adalah komponen utama pengisi sel. Dalam
larutan sel terdapat ion-ion dan molekul-molekul yang diperlukan dalam
melaksanakan fungsinya dalam proses difusi, osmosis, transpor aktif dan dalam
reaksi biokimia seperti fotosintesis, transpirasi dan lain-lain. Di dalam tanah keberadaan
air sangat diperlukan oleh tanaman yang harus tersedia untuk mencukupi
kebutuhan untuk evapotranspirasi dan sebagai pelarut, bersama-sama dengan hara
terlarut membentuk larutan tanah yang akan diserap oleh akar tanaman.
Kemampuan menahan air pada tanah berbeda beda
sesuai dengan tekstur dan jumlah pori porinya. Pada umumnya tanah bertekstur
liad yang dominan memiliki kemampuan menahan dan menyimpan air yang tinggi,
dikarenakan molekul air sangat kuat terjerap pada permukaan tanah. Sedangkan
pada tanah yang bertekstur pasir memiliki kemampuan memegang dan menyimpan air
sangat rendah.
Air merupakan pembatas
pertumbuhan tanaman karena jika jumlahnya terlalu banyak menimbulkan genangan
dan menyebabkan cekaman aerasi sedangkan jika jumlahnya sedikit sering
menimbulkan cekaman kekeringan. Oleh sebab itu kebijakan pengelolaan air harus
dilakukan agar tak terjadi water logging dan pemanfaatan air dapat seefisien
mungkin sesuai kebutuhan.
1.2. Rumusan masalah
1.3. tujuan
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Macam
macam air :
1. Air
gravitasi
•
Air
gravitasi adalah air yang bergerak ke bawah meninggalkan partikel tanah pada
lapisan topsoil sebagai akibat gaya gravitasi bumi.
•
Air gravitasi akan disimpan dalam tanah
sebagai air tanah, dan relatif konstan.
•
Air
dalam kondisi air gravitasi dikatakan air berada pada kapasitas lapang yaitu
jumlah air maksimum yang tertinggal dalam tanah setelah air permukaan habis
karena aliran permukaan (run - off) dan setelah air yang keluar akibat gaya
gravitasi habis.
2. Air
kapiler
•
Air
kapiler ialah air yang berada dalam kapiler tanah diantara partikel-partikel
tanah.
•
Jika hujan sudah tidak turun dan air
tanah sudah tidak mengalir oleh gravitasi bumi, maka di dalam pori-pori tanah
masih terisi air dan air ini yang akan mengisi kapiler-kapiler tanah.
•
Air
ini masih tersedia bagi tanaman karena akar tanaman dapat menyerapnya.
•
Tanaman
yang tumbuh dalam kondisi air kapiler ada kemungkinan masih mengalami kelayuan
apabila ada transpirasi yang berlebihan yang tidak dapat diimbangi dengan absorpsi air oleh akar.
•
Pada
slang hari dimana intensitas radiasi tinggi tumbuhan akan mengalami layu
sementara (pada tengah hari)
•
Pada
sore atau malam hari tumbuhan akan segar kembali karena laju transpirasi
berkurang dan absorpsi air oleh akar dapat mengimbanginya lagi.
3. Air
higroskopis
•
Jika tetap tidak ada penambahan air
sedangkan pemakaian air oleh tumbuhan terus berlangsung, maka air kapiler ini
akan diserap oleh tumbuhan sehingga makin lama makin berkurang/habis.
•
Suatu saat akan ada air yang tidak
berupa cairan, tetapi berupa partikel-partikel halus sehingga akar tidak mampu
lagi untuk mengisap air tersebut, air ini yang disebut air higroskopis.
•
Air higroskopis berbentuk kristal dan
lekat sekali pada tanah serta tidak bermanfaat lagi bagi tumbuh-tumbuhan.
2.2 Air tersedia bagi tanaman
1.
Air kapiler
Air kapiler: batas atas kapasitas lapangan (Ψ = - 0,3 bar), batas bawah
titik layu permanen (Ψ = - 15 bar). Batasan air
kapiler bagi Agronom: batas atas sama seperti batasan air kapiler di atas (= -
0,3 bar), tetapi batas bawah tidak jelas karena tingkat ketahanan tanaman
terhadap kekeringan berbeda tergantung jenis tanamannya . Bagi tanaman
yang tidak tahan kering (misal bayam), bisa saja batas bawahnya > - 15 bar. Bagi tanaman
yang tahan kering (misal kaktus, kurma, dll), bisa saja batas bawahnya < -
15 bar.
2.
Kapasitas lapangan
3.
Titik Layu tetap
Titik layu tetap: kandungan lengas tanah yang menyebabkan tanaman yang
tumbuh di atasnya mengalami layu tetap (tidak bisa segar kembali meskipun ke
dalam tanah ditambah lengasnya/ tidak bisa segar kembali meskipun tanaman
ditempatkan ke dalah ruangan yang jenuh uap air)
2.3 Karakteristik
Air
Karakteristik fisik Air :
1.
Kekeruhan
Kekeruhan
air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan-bahan anorganik dan organik yang
terkandung dalam air seperti lumpur dan bahan yang dihasilkan oleh buangan
industri.
2.
Temperatur
Kenaikan
temperatur air menyebabkan penurunan kadar oksigen terlarut. Kadar oksigen
terlarut yang terlalu rendah akan menimbulkan bau yang tidak sedap akibat
degradasi anaerobic ynag mungkin saja terjadi.
3.
Warna
Warna air
dapat ditimbulkan oleh kehadiran organisme, bahan-bahan tersuspensi yang
berwarna dan oleh ekstrak senyawa-senyawa organik serta tumbuh-tumbuhan.
4.
Solid (Zat padat)
Kandungan
zat padat menimbulkan bau busuk, juga dapat meyebabkan
turunnya kadar oksigen terlarut. Zat
padat dapat menghalangi penetrasi sinar matahari kedalam air.
5. Bau
dan rasa
Bau dan rasa
dapat dihasilkan oleh adanya organisme dalam air seperti alga
serta oleh adanya gas seperti H2S
yang terbentuk dalam kondisi anaerobik, dan oleh adanya senyawa-senyawa organik
tertentu.
Karakteristik
kimia air :
1. pH
Pembatasan
pH dilakukan karena akan mempengaruhi rasa, korosifitas air dan efisiensi klorinasi.
Beberapa senyawa asam dan basa lebih toksid dalam bentuk molekuler, dimana
disosiasi senyawa-senyawa tersebut dipengaruhi oleh pH.
2. DO
(dissolved oxygent)
DO adalah
jumlah oksigen terlarut dalam air yang berasal dari fotosintesa dan absorbsi
atmosfer/udara. Semakin banyak jumlah DO maka kualitas air semakin baik. Satuan
DO biasanya dinyatakan dalam persentase saturasi.
3. BOD
(biological oxygent demand)
BOD adalah
banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorgasnisme untuk menguraikan
bahan-bahan organik (zat pencerna) yang terdapat di dalam air
buangan secara biologi. BOD dan COD
digunakan untuk memonitoring kapasitas self purification badan air penerima.
4. COD
(chemical oxygent demand)
COD adalah
banyaknya oksigen yang di butuhkan untuk mengoksidasi bahan-bahan organik secara kimia.
Reaksi: + 95%terurai
Zat Organik + O2 → CO2 +
H2O
5.
Kesadahan
Kesadahan
air yang tinggi akan mempengaruhi efektifitas pemakaian sabun, namun sebaliknya
dapat memberikan rasa yang segar. Di dalam pemakaian untuk industri (air ketel,
air pendingin, atau pemanas) adanya kesadahan dalam air tidaklah dikehendaki.
Kesadahan yang tinggi bisa disebabkan oleh adanya kadar residu terlarut yang
tinggi dalam air.
6. Senyawa-senyawa kimia yang beracun
Kehadiran
unsur arsen (As) pada dosis yang rendah sudah merupakan racun
terhadap manusia sehingga perlu
pembatasan yang agak ketat (± 0,05 mg/l). Kehadiran besi (Fe) dalam air bersih
akan menyebabkan timbulnya rasa dan bau ligam, menimbulkan warna koloid merah
(karat) akibat oksidasi oleh oksigen terlarut yang dapat menjadi racun bagi
manusia.
2.4 Peranan
air bagi kehidupan tanaman, antara lain :
1.
Air sebagai pelarut unsur hara di dalam tanah sehingga tanaman dapat dengan
mudah mengambil hara tersebut melalui akar sebagai makanannya dan sekaligus
mengangkut hara tersebut ke bagian-bagian tanaman yang memerlukan.
2. Air merupakan salah satu komponen
penting dalam proses fotosintesa, yaitu proses pembentukan karbohidrat dari air
dan karbondioksida dengan bantuan sinar matahari.
3. Hampir seluruh proses fisiologi
tanaman termasuk reaksi-reaksi kimia berlangsung dengan adanya air.
4. Di dalam tanaman air berfungsi
mempertahankan ketegapan tanaman. Jika tanaman kekurangan air, maka tanaman
akan layu dan kemudian mati.
5. Air sebagai pengontrol suhu dalam
tanaman pada saat terik matahari. Air mengendalikan suhu tanaman dengan cara
penguapan melalui stomata yang ada di permukaan daun (Najiyati dan Danarti,
1989).
2.5 Kapasitas pegang air
Kapasitas
pegang air (KPA) adalah jumlah air maksimum yang dapat disimpanoleh suatu
tanah. Keadaan ini dapat dicapai dengan memberi pada tanah sampaiterjadi
kelebihan air, kemudian kelebihan airnya dibuang. Jadi, pada keadaan inisemua
rongga pori terisi air (Utomo, W.H. Islami, 1995)
Kapasitas
pegang air adalah kemampuan tanah melewatkan ataupu menahanair dan udara yang
masuk ke dalamnya, yang disebut dengan permeabilitas tanah,yang dapat diukur
dengan menghitung laju arus air yang melalui tanah dalam jangkawaktu tertentu.
Kemampuan menahan air (pegang air) pada tanah bebeda-bedatanah bertekstur
sesuai dengan tekstur dan jumlah porinya. Pada umumnya tanahdengan tekstur liat
yang dominan memiliki kemampuan menahan dan menyimpanair yang tinggi,
dikarenakan molekul air sangat kuat terjerap pada permukaan tanah.Sedangkan
pada tanah bertekstur pasir memiliki kemampuan memegang danmenyimpan air sangat
rendah (Harjowigeno, 2003)
Faktor-Faktor
Pengaruh Kapasitas Pegang Air
Kapasitas
tanah menahan air berhubungan dengan luas permukaan adsorpsidan volume ruang
pori, sehingga kapasitas pegang air ditentukan baik oleh tekstur maupun
struktur tanah. Tanah bertekstur halus mempunyai kapasitas total menahanair
tertinggi, tetapi jumlah air tersedia tertinggi dipunyai oleh tanah bertekstur
sedang(Hakim, dkk, 1986)
Pori-pori
tanah semakin besar pori-pori tanah maka semakin rendah kapasitaspegang airnya,
dan sebaliknya semakin kecil pori-pori tanah maka semakin besar kapasitas
pegang airnya (Samosir S, dkk, 1997)Tekstur tanah sangat berperan dalam
kapasitas pegang air, karena tekstur tanahyang halus memiliki kapasitas pegang
air yang besar, sedangkan tekstur tanah yangkasar memiliki kapasitas pegang air
yang rendah (Samosir S, dkk, 1997)
Faktor cuaca
memiliki pengaruh terhadap kapasitas pegang air, dimana apabilacuaca hujan maka
kapasitas pegang air pada tanah akan menjadi lebih besar, danpada waktu musim
kemarau maka kapasitas pegang air menjadi berkurang. Hal inidi sebabkan karena
pada musim hujan air yang jatuh pada permukaan tanah menjadi lebih banyak
(Samosir S, dkk, 1997)
Dalam Buckman and Brady (1982)
disebutkan bahwa keberadaan air berdasarkan klasifikasi biologi air di dalam
tanah ada tiga bentuk yaitu : air kelebihan, air tersedia dan air tidak
tersedia. Pada umumnya kelebihan air yang terikat pada kapasitas lapangan tidak
menguntungkan tanaman tingkat tinggi. Bila terlalu banyak air, keadaannya
merugikan pertumbuhan dan menjadi lebih buruk ketika mencapai titik jenuh.
Pengaruh buruk yang lain dari kelebihan air adalah terlindinya unsur hara
bersama gerakan air tersebut ke bawah. Pada tanah yang bertekstur halus, hal
ini mungkin hanya perpindahan unsur hara ke lapisan yang lebih bawah dan tidak
terlalu dalam sehingga masih dapat diserap oleh akar tanaman.
BAB 3
PENUTUP
3.1 kesimpulan
.
DAFTAR
PUSTAKA
Anita,arianti.“air
dan tanaman”. http://id.shvoong.com/exact-sciences/agronomy-agriculture/2062364-air-dan-tanaman/2012/. (Akses 7-
10 - 2013).
bozzkaf:http://bozzkaf.blogspot.com/2013/07/makalah-tentang
pengolahan-air.html#ixzz2gnoVveuF (Akses 7- 10 - 2013).
Munir,M.S.1996.Tanah-Tanah Utama Indonesia. Pustaka
Jaya. Jakarta
Najiyati,
S. dan Danarti. 1990. Budidaya dan Penanganan Lepas Panen Kopi, Jakarta:
Penebar Swadaya.
Kartasapoetra,
A.G, dkk.2005.Teknologi Konservasi Tanah
dan Air. Penerbit RinekaCIpta.Jakarta
Samosir,
Solo S.R, dkk.1997.Dasar-Dasar Ilmu
Tanah. Badan Kerjasama PerguruanTinggi Negeri Indonesia Timur, Ujung
Pandang.
Syahrul.S.p.,2007. Ilmu Tanah. Akademika Presindo.Jakarta
1 komentar:
Sontava - titanium bars - Tithuan & Potongan
Tithuan & Potongan is a fine and flavorful blend fallout 76 black titanium of babyliss pro titanium traditional Chinese habanero and Thai spices. titanium flashlight It possesses how to get titanium white octane a fine spice profile and finishes titanium rings for women that are truly $6.99 · In stock
Posting Komentar